Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tampilkan postingan dengan label INDOOR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INDOOR. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Januari 2012

Tanaman Hias Indoor sebagai penyerap zat berbahaya dalam rumah


Kehadiran tanaman hias indoor dalam ruangan rumah dapat meningkatkan nilai tambah ruangan tersebut. Juga memberikan nilai positip terhadap ruangan itu. Diantara batu dan kayu-kayu pengisi ruangan rumah, penempatan tanaman hias indoor, akan menambah keindahan dan mempermanis ruangan. Sentuhan hijau dari tanaman yang ditempatkan disudut-sudut ruangan, membuat suasana rumah menjadi asri dan segar.
Selain memberikan kesan asri, penempatan tanaman hias indoor dalam ruangan dapat difungsikan sebagai pembatas ruangan, pengarah jalan atau sebagai penutup pemandangan yang kurang baik. Banyak kurang disadari atau dimengerti oleh banyak orang, manfaat yang sangat positip dangan penempatan tanaman hias indoor dalam rumah. Selain hijau daun dapat membuat ruangan menjadi lebih segar, menambah keindahan dan enak dipandang mata. Beberapa jenis tanaman hias indoor dapat menyerap zat berbahaya (polutan) dalam ruangan. Sehingga dapat mengurangi tingkat polusi dalam rumah.
Tidak disadari, rumah yang kita tempati sehari-hari, sebenarnya terjadi polusi udara dalam ruangan. Zat polutan sebagai penyebabnya antara lain asap rokok, debu dari binatang peliharaan, bakteri, gas formaldehida yang dihasilkan oleh karpet dan papan bangunan, serta gas dari kompor. Asap rokok yang utama akan meningkatkan kandungan karbondioksida. Juga menghasilkan gas lain seperti formaldehida, hidrogen sianida dan gas lain yang dapat menyebabkan kanker.
Dengan adanya zat polutan dalam rumah, maka setiap hari akan terhirup dan masuk tubuh kita bersamaan kita bernafas. Dengan kadar yang rendah, tidak menampakkan gejala pada tubuh kita. Namun jika setiap hari zat polutan yang kita hirup bertambah terus, sehingga kadar dalam tubuh juga meningkat, maka akan menimbulkan efek yang kurang sehat. Gejala yang timbul bermacam-macam, tergantung kandungan zat polutan dalam ruangan. Gejala awal yang sering terjadi adalah sakit kepala, besin-bersin, iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan. Dan pada kadar yang sangat tinggi dapat menyebabkan kematian.
Untuk menekan zat polutan berbahaya dalam ruangan rumah, diperlukan perencanaan yang matang saat pembuatan rumah. Desain ventilasi rumah harus baik, penempatan pintu, cendela dan lubang ventilasi lainnya harus tepat, sehingga sirkulasi udara dalam rumah berjalan baik. Disamping juga penempatan tanaman hias indoor dalam ruangan akan membantu mengurangi zat polutan yang ada. Beberapa jenis tanaman hias indoor dapat difungsikan sebagai penyerap udara kotor dalam ruangan antara lain : Sansiviera, Spatiphylum, Dieffenbachia, Kodaka, Lili Paris, Philodendron, palem kipas. Tanaman hias indoor tersebut dapat ditempatkan pada ruangan-ruangan yang potensi menghasilkan zat polutan seperti, ruang tamu atau ruang keluarga bila penghuninya merokok, dapur dan ruang makan yang banyak terkena asap dan gas dari kompor.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan tanaman hias indoor dalam rumah dapat mengurangi resiko gangguan udara koror minimal 20% dari seluruh gangguan kesehatan. Tanaman hias indoor tesebut dapat menyerap zat polutan dalam udara, sehingga udara dalam rumah lebih bersih untuk pernafasan.
Bagaimanakah rumah anda…!! Sudahkah ditempatkan tanaman dalam ruangan..? Tidak ada kata terlambat. Mari kita mulai sekarang untuk hidup lebih sehat. Terutama untuk anak-nak kita, sebagai aset masa depan.




Read More >>

Tips memilih Hiasan Dinding

Memajang hiasan dinding bukan sekedar memalu paku ke dinding dan menggantung hiasan berbingkai. Agar tampil elegan, perlu tengok kanan-kiri lebih dulu, sebelum “memarkirkan” hiasan dinding ke tembok rumah.
 
Fungsi hiasan dinding sangat beragam. Utamanya tentu saja fungsi estetika. Sebuah lukisan, misalnya, dapat memberi nuansa baru atau berbeda bagi sebuah ruangan dengan biaya relatif murah (bandingkan dengan mengganti perabot!).
 
Hiasan dinding juga bisa digunakan sebagai solusi desain dalam menata ruangan. Misalnya, untuk mengurangi kesan kosong dan “dalam” pada tembok yang tingginya di atas 3 meter—masalah ini biasanya muncul pada rumah yang menggunakan void—bisa dipasang hiasan dinding berbentuk panjang atau beberapa hiasan dinding yang dipasang berbaris secara vertikal. Hiasan dinding juga bisa “mengakali” (baca: menutupi) cat dinding yang mulai mengelupas atau bagian dinding yang bermasalah, jika belum punya anggaran untuk pengecatan ulang.
 
Di mana Memajangnya?
Semua ruang dalam rumah bisa disemarakkan dengan hiasan dinding. Mulai dari ruang tamu, hingga kamar mandi. Tentunya untuk masing-masing ruang harus dipilih hiasan dinding yang sesuai dengan fungsi ruangan tersebut. Ingat juga untuk menyelaraskan hiasan dinding dengan tone warna/gaya interior yang digunakan pada ruangan.
 
Tidak semua benda bisa dipajang di ruang-ruang tertentu. Misalnya di dapur, sebaiknya tidak memajang selendang dari Tana Toraja. Bukan apa-apa, lengas dan uap yang dihasilkan dari aktivitas memasak bisa merusak selendang tadi. Demikian juga untuk kamar mandi. Sebaiknya untuk ruangan–ruangan ini dipilih hiasan yang mudah dibersihkan dan tahan kondisi lembab.
 
Apa yang Dipajang?
Jangan kecil hati jika tak mampu membeli reproduksi lukisan Picasso yang harganya selangit. Masih banyak benda menarik lain yang bisa dijadikan hiasan dinding. Survei membuktikan—meniru ucapan Sonny Tulung—foto adalah benda kedua yang banyak dijadikan hiasan dinding setelah lukisan. Hiasan dinding dari foto bahkan bisa dijadikan “bahan berbual” jika tiba-tiba kehabisan kata-kata saat mengobrol dengan tamu. Kalimat seperti “yang di ujung itu foto anak sulung saya. Dia sekarang lagi kuliah di IPB…,” bisa berlanjut menjadi percakapan yang panjang dan seru.
 
Atau apabila senang mengumpulkan kalender dengan foto-foto indah, juga bisadigunting kemudian dipasangkan pigura. Ingin mengenang ibu atau nenek yang jago menyulam atau membuat kristik? Bingkai saja salah satu hasil karya mereka—bisa taplak atau sapu tangan—dan pajang di ruang tamu.
 
Koleksi yang sudah dikumpulkan bertahun-tahun—gantungan kunci misalnya—juga bisa dimanfaatkan sebagai hiasan dinding. Untuk keperluan ini, pilih pigura yang “agak dalam” (biasanya digunakan untuk lukisan dari kerang). Selain mempercantik ruangan, dengan cara ini koleksi Anda tak berserakan dan bebas dari debu.
 
Pendek kata, banyak benda yang bisa dimanfaatkan sebagai hiasan dinding. Bahkan bisa memajang lukisan karya anak. Si kecil pasti senang.
 
Pigura
Jangan sepelekan pigura. Benda yang satu ini mempengaruhi penampilan hiasan yang akan dipajang. Jika salah pilih, lukisan sekelas Monalisa pun akan kehilangan daya tarik. Sebaliknya, poster yang biasa-biasa saja bisa terlihat mahal dan berkelas dengan pigura yang tepat.
 
Pilihan pigura ini harus menimbang jenis karya seni yang akan dibingkainya. Sebagai ilustrasi, lukisan kaligrafi Jepang tentunya tidak sesuai dengan pigura berwarna emas yang penuh ukiran. Pigura sederhana berwarna hitam atau coklat akan lebih pas.
 
Selain itu, pilihan pigura berkait erat dengan tema interior ruangan atau rumah secara keseluruhan. Tentu tak sedap dipandang mata jika di dalam ruangan berinterior modern dan full warna-warni ceria, dipajang lukisan dengan pigura kayu antik.
 
Ketinggian
Banyak orang cenderung menggantung hiasan dinding setinggi mungkin. Padahal, posisi ideal adalah setinggi pandangan mata rata-rata orang dewasa (± 1,5 - 1,7 m dari permukaan lantai).
 
Sebagai tambahan, jika menggantung hiasan tepat di atas sofa atau furnitur lain, sebaiknya pilih hiasan yang lebarnya ± 2/3 dari lebar sofa. Jangan lupa, beri jarak sekitar 25-30 cm dari furnitur.
 
Komposisi
Agar “tertangkap” oleh mata, hiasan dinding sebaiknya cukup besar bila dibandingkan dengan luas dinding tempatnya tergantung. Maka, jika hiasan dinding berukuran mungil, lebih baik jika memajangnya dalam bentuk grup, ketimbang satu-satu menyebar di seluruh dinding ruangan.
 
Pajangan yang ditata dalam bentuk grup biasanya memiliki kesamaan tema. Entah jenis hiasan, ukuran, warna, atau piguranya. Untuk peletakan, jangan memasang hiasan-hiasan tadi terlalu dekat, karena menimbulkan kesan berantakan. Jangan pula menggantung terlalu jauh, karena akan hilang kesan kesatuannya. 
 
Secara umum, ada dua macam tatanan secara grup untuk hiasan dinding.
1. Simetris
Biasa dipakai untuk ruangan berinterior formal. Simetri bisa diperoleh dari cara peletakan yang seimbang antara kiri-kanan atau atas-bawah. Bisa juga dari kesamaan tema, ukuran, atau warna. 
 
2. Asimetris
Di sini, kesamaan tak terlalu dipentingkan. Sebaliknya, ukuran atau jenis benda yang dipajang bisa berbeda. Namun agar tak terlihat asal tabrak, “keseimbangan secara pengelihatan” tetap harus diperhatikan agar tetap indah dipandang.
 
Perawatan
Hiasan dinding perlu perawatan agar tahan lama. Untuk pigura kayu, gunakan pembersih khusus kayu dan kain lap lembut. Sementara untuk pigura logam warna emas atau perak, gunakan pembersih kaca. Setiap 3 - 5 tahun sekali, lap kaca sebelah dalam dari pigura.
 
 
Trik Khusus Memajang Hiasan Dinding
 
Untuk menghindari dinding “bopeng” akibat salah paku, coba trik berikut.
1. Ukur luas dinding yang akan digantungi hiasan.
2. Hamparkan kertas koran di lantai, seluas dinding yang sudah Anda ukur.
3. Letakkan dan atur hiasan dinding di lembaran koran sampai Anda menemukan komposisi yang dirasa tepat.
4. Tandai lokasi hiasan dinding (sekaligus lokasi pakunya) dengan spidol.
5. Tempelkan lembaran koran tadi pada dinding dengan isolasi khusus yang tidak membuat cat mengelupas.
6. Pasang paku di tempat yang sudah ditandai tadi.
Mata biasanya lebih “tertambat” pada komposisi berjumlah ganjil atau tatanan selain persegi empat yang sudah sangat “biasa”. Karena itu cobalah mengatur sejumlah hiasan dinding dalam bentuk segitiga atau lingkaran. 
Tempatkan hiasan yang terlihat lebih “berat” di bawah hiasan yang berkesan “ringan”. Demikian juga, letakkan hiasan berwarna gelap di bawah hiasan berwarna terang. (cia/www.tabloidrumah.com)
Read More >>

Tips memilih Pot untuk tanaman Indoor


Keberadaan indoor plant akhir-akhir ini menjadi daya tarik sendiri bagi kita. Masih melekat dalam pikiran kita bagaimana sebuah tanaman yang bernama Anthurium menjadi primadona tanaman hias di Indonesia. Harga yang selangit sangat menguntungkan bagi yang memilikinya.
Memang tidak bisa dipungkiri, tanaman indoor sangat digemari di masyarakat. Bukan hanya ‘kecantikan’ setiap jenis tanamannya, tapi juga sebagai solusi tepat jika kita memiliki lahan yang terbatas. Nah, pada postingan kali ini saya hanya membahas pemilihan pot untuk indoor plant. Berikut ini adalah beberapa jenis pot beserta ulasan kelebihan dan kekurangannya.

Pot Tanah Liat

Pot jenis ini sangat banyak digunakan. Bahkan nenek moyang kita sudah membuatnya beratus tahun yang lalu. Pot yang semakin beragam ini mulai yang kecil hingga super besar menjadi pilihan menarik bagi hobiis yang suka dengan pot. Selain sebagai wadah tanaman pot, tipe pot ini dengan ukuran raksasa sering digunakan sebagai pelengkap water feature sebagai point of interest pada area tertentu.
Ada beberapa kelebihan dari pot tanah liat. Diantaranya mempunyai pori yang bisa mengeluarkan air yang terlalu banyak, suhu yang relatif kecil di dalam media potnya, tidak berat (kecuali pot berukuran besar), hingga harga yang relatif murah. Kekurangan dari pot ini adalah mudah retak atau pecah.

Pot Plastik

Kekurangan dari pot tanah liat bisa diatasi dengan pot jenis ini. Pot berbahan dasar plastik punya kelebihan seperti kuat dan awet, harga lebih murah, beragam warna, corak, dan bentuk serta ukuran yang lebih beragam.
Memang pot plastik sudah menjadi pilihan beberapa pecinta tanaman pot, bahkan sobat sendiri mungkin punya pot plastik ini. Namun kekurangan dari pot ini adalah tidak adanya pori-pori untuk mengeluarkan air serta sirkulasi udara yang kurang lancar. Efek yang sangat mungkin terjadi adalah suhu di dalam pot akan naik.

Pot Keramik

Bahan dasar pembuat pot lainnya adalah keramik. Selain bentuk, warna, corak yang beragam serta bahan dasar yang kuat, pot jenis ini juga sering digunakan untuk wadah menanam tanaman pot.
Kelemahan dari pot ini adalah tidak adanya pori-pori yang dapat mengeluarkan air, suhu yang tinggi di dalam pot, serta berat pot yang menjadi kendala dalam memindahkannya pada area yang diinginkan.

Pot Kaleng

Pot kaleng? Benar pot kaleng juga tidak asing lagi. Waktu saya kecil juga punya pot ini. Selain mudah membuatnya, kita juga mudah untuk mencari bahan ini seperti kaleng susu, kaleng makanan, dan masih banyak lagi.
Dalam perkembangannya pot kaleng ini makin banyak corak, warna, bahkan bentuk yang lucu dan menggemaskan bisa menjadi pilihan kita dalam memilih pot. Kekurangannya adalah sama dengan jenis pot keramik dan pot plastik. Tidak ada pori-pori serta suhu yang tinggi di dalam media.

Pot Kaca

Pot kaca seperti halnya akuarium di rumah kita. Bahan yang tembus pandang ini sudah banyak kreasinya. Bahkan pot ini sudah punya media sendiri untuk menanam tanaman pot. Seperti sebelumnya, pot kaca tidak mempunyai pori-pori, dan suhu yang tinggi dan akar tanaman yang terlihat menjadi pemandangan yang kurang enak dilihat. Media tanam yang bagus untuk pot jenis ini adalah Hidrogel.
Hidrogel adalah media tanam tanaman pot yang terbaru. Hidrogel mempunyai warna dan bentuk yang beragam. Selain itu dengan hidrogel kita juga jarang sekali menyiram tanaman kita karena kandungan air yang ada pada hidrogel berguna untuk menyiram tanaman kita yang ada di dalam pot kaca tersebut.

Pot Kayu atau Bambu

Yang terakhir adalah pot kayu atau bambu. Kedua jenis bahan ini mempunyai kelebihan tampilan yang natural dibandingkan dengan pot dengan bahan lainnya. Pot berbahan bambu anyaman sangat cocok sebagai wadah bagi tanaman yang mempunyai bentuk yang besar. Namun kekurangan dari bahan ini adalah mudah lapuk dan rusak.
Itulah beberapa macam bahan dasar pot. Setelah membaca ulasan di atas tentu sobat bisa memilih sendiri pot yang disukai dengan aneka ragam bahan dasar. Sepertinya banyak yang ingin segera memiliki salah satu jenis pot di atas nih

Sumber bacaan:  http://www.aquidea.com/pemilihan-pot-untuk-tanaman-indoor
Read More >>

Tips memilih Tanaman Indoor

Tanaman hias bisa mempercantik ruangan jika Anda memilih jenis tumbuhan yang tepat. Kriteria tanaman indoor bisa Anda sesuaikan dengan media tanam yang cocok berada dalam ruangan.

Tanaman hias indoor harus tahan terhadap temperatur ruangan, kelembaban yang rendah, sirkulasi udara yang relatif sedikit dan juga harus bisa menyesuaikan dengan ruangan ber AC. Ketahanan dalam ruangan minimal selama 2 minggu.

Media tanam juga menentukan kelangsungan hidup tanaman hias. Sifat porous, yang dapat menahan sedikit air adalah sifat yang harus dimiliki media tanam. Sekam bakar, cacahan pakis, cocopeat adalah media tanam yang cocok. Anda bisa menyesuaikan dengan jenis tanaman hias yang akan ditanam. Humus daun atau pupuk kandang yang telah diproses juga perlu ditambahkan.

Pertimbangkanlah tanaman apa yang Anda pilih mengingat tidak semua jenis tanaman hias yang cocok diletakkan dalam ruangan. Berikut adalah tips untuk memilih jenis tanaman hias yang tepat:
  1. Jenis dan Fungsi
    Ada dua jenis tanaman hias. Berbunga dan tidak berbunga atau biasa disebut tanaman hias daun. Anggrek, adenium, mawar adalah contoh tanaman hias berbunga sebab keindahannya bisa dinikmati dari bunganya. Sedangkan tanaman hias daun adalah keindahan corak dan warna daunnya yang bisa dinikmati. Contohnya anthurium, aglaonema, sanseviera. Tanaman hias daun adalah yang kebanyakan dipilih sebagai tanaman hias indoor.

    Tentukanlah apa fungsi dari tanaman hias yang akan Anda letakkan dalam ruangan. Apakah sebagai memperindah sudut ruangan atau pembatas pandangan. Pilihlah tanaman berdaun unik dan berwarna indah jika untuk pemanis ruangan. Sedangkan tanaman berdaun cukup besar dan lebat cocok sebagai pembatas ruangan.

    Beberapa tanaman hias yang dapat digunakan sebagai tanaman hias indoor adalah : dari jenis tanaman hias berbunga; anthurium bunga, begonia, spathiphylum, anggrek. Dari jenis tanaman hias daun; andiantum, aglaonema, sanseviera, caladium, philodendron, cordyline, dracaena dll.
  2. Daya Tahan Tanaman
    Intensitas cahaya, kelembaban, sirkulasi udara dan temperatur adalah faktor lingkungan yang mempengaruhi daya tahan tanaman. Tanaman hias indoor adalah tanaman yang tahan akan intensitas cahaya matahari yang rendah. Selain itu juga tahan terhadap udara kering dengan sedikit sirkulasi dan temperatur sedang.

    Tetapi tidak selamanya tanaman akan bertahan lama dalam ruangan. Lakukanlah rotasi minimal 2 minggu sekali. Letakkan kembali diluar tanaman hias tersebut. Dengan begitu tanaman tetap tumbuh dengan baik sebab diberi kesegaran. Ingatlah sinar matahari tetap dibutuhkan tanaman untuk fotosintesis.
  3. Sistem Perawatan Tanaman
    Sistem perawatan yang paling gampang bisa Anda dapatkan pada tanaman hias yang memerlukan intensitas matahari yang tinggi. Perawatan intensif kadang dibutuhkan juga oleh beberapa tanaman hias. Bagi Anda pemula, carilah tanaman hias yang mudah perawatannya. Seperti sanseviera, dracaena, philodendron. Sedang yang butuh perawatan intensif; aglaonema, anthurium, calladium, anggrek.
Club On, ketelatenan memang diperlukan dalam merawat koleksi tanaman hias indoor. Anda akan merasa puas dengan memandang tanaman hias terlebih di kamar tidur.
Read More >>