Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tampilkan postingan dengan label Trik Konstruksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trik Konstruksi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Januari 2012

Persiapan membuat/merenovasi rumah

Seperti kita ketahui bersama bahwa sebelum kita memiliki gambar desain perencanaan (gambar teknis) seperti gambar Denah, Tampak, Potongan, Detail, dan Gambar perencanaan lainnya kita belum bisa menghitung atau merencanakan berapa budget yang dibutuhkan untuk membangun atau merenovasi sebuah rumah tinggal

Komponen-komponen yang harus dihitung adalah berupa satuan pekerjaan yang akan dilaksanakan dengan kualitas konstruksi, kualitas bahan material yang telah ditentukan sebelumnya pada RKS (Rencana Kerja dan Syarat).

Bagian-bagian atau satuan pekerjaan yang harus dihitung kebutuhannya sebagai berikut :

1. Pekerjaan Persiapan : bouplank, alat-alat lainnya,

2. Pekerjaan Bongkaran (jika merenovasi)

3. Pekerjaan Tanah (Galian dan urugan kembali)

4. Pekerjaan Pasangan Pondasi  :  pondasi batu kali/ beton (cakar ayam), sloop beton bertulang

5. Pekerjaan dinding : pasangan bata, kolom & ring balk beton, kusen pintu, kusen jendela, pasangan glass box, plesteran & acian, dll.

6. Pekerjaan Atap : kuda-kuda, rangka atap, tutup atap, bubungan, talang kantong/talang datar

7. Pekerjaan Plapond : rangka plapond, tutup plapond

8. Pekerjaan lantai : vaving block, keramik, granito, atau marmer

9. Pekerjaan Pintu dan Jendela : engsel, kunci, daun pintu, daun jendela/kaca dll.

10. Pekerjaan Sanitair : kamar mandi, toilet, septick tank, pipa air kotor, pipa air bersih, pompa air & menara air

11. Pekerjaan Finishing : cat dinding, cat pintu/jendela, pekerjaan pagar, batu muka/batu alam, dll.

12. Dll.

Dari setiap komponen satuan pekerjaan akan diuraikan lagi menjadi lebih rinci, sehingga terukur.  Volume setiap sub item setiap pekerjaan akan terliahat  dan terhitung nilai biayanya. Misalnya pondasi : dengan diketahui volumenya (m3), maka akan diketahui berapa kebutuhan material seperti batu kali, semen, pasir, termasuk upah kerja pada pekerjaan pemasangan pondasi tersebut.
Read More >>

Tips Kredit atu Membeli Rumah bagi Pasangan Muda

Hai.... Good morning all, bagaimana kabar Sohib semua di pagi ini, Pak De-i berharap hanya ada kebaikan dan kegembiraan buat Sohib semua. Adalah merupakan sebuah impian bagi setiap pasangan muda setelah menikah untuk memiliki rumah, namun kadang keinginan seperti ini kurang di imbangi dengan perhitungan yang matang sehingga sering menyebabkan rencana tersebut kandas di tengah jalan. Untuk itu berikut ini Pak De-i berikan beberapa tips yang mungkin akan sangat bermanfaat buat Sohib semua untuk memilih rumah yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan dan budget yang dimiliki
Contoh:
Pasangan Suami istri muda, join income = 6 juta, masa kerja kurang dari 1 tahun, belum ada SPT, belum ada kartu keluarga. Menginginkan rumah kecil dan sehat di pemukiman yang layak.

1. Hitung kemampuan finansial Sohib, caranya:
a. Hitung credit powernya (kemampuan mencicil),
Sederhananya rumah itu akan dibeli lewat KPR, entah rumah baru dari developer ataupun rumah second. Usahakan Cicilannya 1/3 gaji, walau ada beberapa bank bisa mencapai 40 bahkan 50%.
Contoh hitungan dengan bunga 14% dan jangka 15 tahun maka kita bisa meminjam:
100 juta, cicilan 1.3juta/bulan, income 4 juta
150 juta, cicilan 1.9juta/bulan, income 6 juta
200 juta, cicilan 2.6juta/bulan, income 8 juta
Coba Sohib hitung posisi credit power Sohib berada pada posisi dimana...?

b. Hitung buying power Sohib (kemampuan membeli rumah)
Bank umumnya hanya akan mendanai 80% dari harga rumah, maka kita harus mencari 20% sisanya. Ambil contoh kasus diatas dimana buying power kita 150 juta. 150 juta adalah 80%-nya sehingga harga rumah maksimal yang bisa kita dapatkan adalah di kisaran 187.5 juta. Atau dengan DP sebesar 37.5juta.

Yang perlu diperhatikan, buying power = DP + administrasi. Dalam kasus diatas. Maka first paymentnya adalah 37.5 juta + 10 juta (5% dari harga rumah biasanya untuk keperluan administrasi). Sehingga total dana yang harus disiapkan adalah 47.5 juta.

2. Setelah menentukan posisi finansial dimana, barulah kita mencari rumah yang cocok untuk kita. Ada beberapa pilihan antara lain:
a. Rumah baru, rumah baru dari developer ini hitungannya lebih mudah. angkanya pun jelas, namun masalahnya pilihan sangat terbatas. Waktu idle untuk menunggu rumah ini pun cukup lama, beberapa perumahan besar bahkan memasang tenggang waktu hingga 2 tahun-an. Ini pun belum menjamin kita punya tetangga.
b. Rumah second, rumah second sebenarnya pilihan yang sangat menarik. Selain lokasinya yang lebih dekat. membeli rumah second berarti membeli masyarakat dan lingkungan yang sudah jadi. Dan rumah ini bisa langsung ditempati.

Tips dan Saran:
1. Jangka waktu cicilan baiknya adalah kurang dari 15 tahun, lebih dari itu akan memberatkan sang kreditor.

2. Rumah second selalu lebih menguntungkan dibandingkan rumah baru. Rumah second sendiri dibagi dalam 3 kategori:
-usia < 10 tahun
-usia 10-20 tahun
-usia > 20 tahun
pembagian sederhana ini didasarkan dengan penggunaan material dan design dari rumah tersebut. Rumah dalam kategori pertama sebenarnya merupakan pilihan yang terbaik. Disamping harganya lebih murah, kondisi bangunannya tergolong masih baik.

3. Lokasi adalah komponen yang signifikan, dengan budget yang terbatas. Lebih baik memilih rumah yang lebih kecil namun jelas keamanan dan sarana prasarananya. Contohnya rumah tipe 36 di BSD tentunya secara faktor strategis lebih baik daripada rumah di daerah Ciputat dengan harga yang sama misalnya.
Read More >>

Selasa, 17 Januari 2012

Tips Memilih Genteng Untuk Penutup Atap Rumah

Atap bagaikan sebuah mahkota, atap juga akan memberikan kesan terhadap sebuah rumah, baik dilihat dari sudut pandang estetika maupun dari sudut strata sosial. Karena atap akan memberikan kesan pada pandangan pertama baik mengenai konsep rumah tersebut maupun kemegahan sebuah rumah, ketika sebuah rumah menggunakan penutup atap dengan bentuk yang minimalis seperti genteng flat maka kesan konsep minimalis yang dicitrakan oleh si empunya rumah akan segera terwakili tentunya hal ini didukung juga oleh desain atap atau model atap itu sendiri.
apabila sebuah rumah dinaungi oleh atap dengan model genteng tanah/keramik dengan warna-warna gelap maka akan memberi kesan klasik yang megah, dipadu dengan model atap dengan bentuk jurai, kesan mewah pun akan terwakili apalagi memang harga genteng keramik berglazur dengan warna2 gelap seperti coklat tua, maroon dan tosca memang memiliki harga dua kali lipat dari warna standar atau natural.
Terlepas dari selera dan pencitraan dari atap yang menaungi rumah kita, ada hal yang lebih penting dalam penentuan untuk memilih jenis dan model atap, hal ini bergantung   juga dari model, sudut kemiringan dan lokasi rumah itu sendiri.
Ada beberapa tips yang mungkin berguna untuk memilih jenis penutup atap yang akan kita gunakan, tips tersebut antara lain:
  • Pilih penutup atap (genteng) yang sesuai dengan konsep desain rumah kita agar mendukung fungsi estetika.
  • Tentukan sudut kemiringan 30 derajat, yang merupakan sudut kemiringan yang disarankan oleh semua spek genteng, jika memang harus kurang dari 30 derajat karena keadaan yang tidak mungkin sebaiknya pilih penutup dari metal (genteng metal) yang dapat menjamin keamanan terhadap tampias pada sudut landai.
  • Pilih ukuran genteng yang sesuai, sebaiknya pilih genteng kecil untuk rumah yang berukuran kecil.
  • Pilihlang genteng yang memiliki daya tutup baik untuk rumah yang berada diwilayah dengan curah hujan tinggi. jangan gunakan yang yang berdaya tutp minim, seperti halnya genteng plentong karena akan beresiko tampias.
  • Pilihlah genteng yang memiliki pembakaran sempurna (khusus genteng tanah/keramik) dengan cara mengetuk permukaan genteng apabila suaranya berdenting menandakan genteng tersebut telah melalui pembakaran yang sempurna.
  • Pesanlah genteng dengan tambahan 2% atau 5% dari kebutuhan untuk menghindari penggantian akibat kerusakan karena instalasi dan sisanya untuk cadangan dikemudian hari.
  • Perhatikan pemasngan wuwungan (nok) karena kebocoran sering berawal dari daerah tersebut. disarankan untuk menggunakan flashing (lapping tile) diantara nok dan genteng dibawahnya cara ini efektif untuk mencegah rembes pada pasangan nok //Sumber Artikel Multi Niaga Cv
Read More >>

Jumat, 13 Januari 2012

Beberapa Langkah Dalam Membangun Rumah Impian Anda – #1. Menghitung Volume Pekerjaan


Kurang lebih seminggu yang lalu, saya telah membuat artikel tentang biaya desain bangunan arsitektur dan biaya produksi bangunan. Diakhir artikel saya menjanjikan pada beberapa orang pembaca blog ini untuk membuat perencanaan rumah tinggal secara lengkap, mulai dari gambar bangunan, perhitungan volume pekerjaan, perhitungan analisa harga satuan dan perhitungan RAB (Rencana Anggaran dan Biaya). Setelah seminggu lamanya, akhirnya proses perencanaan itu akhirnya dapat saya tampilkan. Namun karena panjangnya proses perencanaan itu, maka dengan berat hati harus saya pisahkan tahapan-tahapannya. Pada posting kali ini, saya akan menampilkan gambar desain (tampak depan dan denah) sebuah rumah beserta cara perhitungan volume setiap item-item pekerjaan nya.

Add caption
Gambar-1 : Desain Rumah (Tampak Depan)
Gambar-2 : Desain Rumah (Denah/Layout)
Ketika anda telah memiliki sebuah desain rumah (output dari sebuah desain : denah/layout, tampak bangunan, gaambar perspekstif, gambar kerja, detail, potongan, dll), maka langkah pertama yang harus anda lakukan adalah menghitung Volume Pekerjaan. Perhitungan Volume Pekerjaan dilakukan atas semua item-item pekerjaan mulai dari pembersihan lahan, pekerjaan galian, timbunan, pekerjaan tembok dan pekerjaan beton, pekerjaan kayu, pekerjaan atap, pekerjaan langit-langit/plafond, pekerjaan lantai, pengecatan, pekerjaan kaca, engsel dan kuci, pekerjaan sanitasi, pekerjaan instalasi, dan pekerjan-pekerjaan yang lain. Contoh dari perhitungan Volume Pekerjaan adalah sebagai berikut :
Hasil dari perhitungan Volume Pekerjaan dari seluruh item-item pekerjaan diatas akan menjadi variabel dalam perhitungan analisa harga satuan. Hasil perhitungan Analisa Harga Satuan pekerjaan selanjutnya dikumpulkan dalam rekapitulasi RAB (Rencana Anggaran dan Biaya) bangunan yang akan saya tampilkan pada posting artikel berikutnya.
Sekali lagi saya akan bilang : keep your interest with this site..
Read More >>

Desain Arsitektur, Produksi Bangunan, Analisa Harga Satuan dan RAB (Rencana Anggaran dan Biaya) – Suatu Pendekatan Mendasar




SUMBER: architectaria.com
Beberapa hari yang lalu ada beberapa pengunjung blog (Mbak/ibu, Mas/Bapak) yang menghubungi saya via email dan yahoo messenger dan menanyakan tentang biaya konsultasi, biaya desain bangunan arsitektur (rumah), biaya produksi untuk membuat bangunan dan RAB (Rencana Anggaran & Biaya). Untuk menerangkan ketiga hal tersebut tentunya tidak cukup hanya dengan kata-kata, karena ketiga hal tersebut bersifat teknis maka harus disertai dengan contoh penerapan nya.
Biaya (Fee) Desain Arsitektur
Biaya Desain Arsitektur adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh konsumen dalam jumlah tertentu yang telah disepakati sebagai imbalan atas jasa yang dilakukan oleh arsitek atau perencana untuk membuat desain rumah atau bangunan arsitektur.
Penentuan besarnya biaya atau fee desain arsitek biasanya ditentukan oleh dua hal, yaitu :
Jika arsitek hanya membuat desain, maka besarnya fee desain = 5% sampai dengan 8% dari Total Biaya Produksi Bangunan (Negotiable, tergantung detail dan tingkat kesulitan bangunan).
Contoh : Konsumen menginginkan desain rumah dengan luas bangunan 120 m2, diketahui biaya produksi bangunan (akan dibahas setelah ini) adalah sebesar 3.000.000/m2 , maka besar nya fee arsitek sebesar : 5% x (120 x 3.000.000) atau : (5 x 120 x 3.000.000)/100 = 18.000.000
Jika arsitek membuat desain sekaligus melakukan supervisi (melakukan pengawasan) atas pelaksanaan dan produksi bangunan tersebut, maka besarnya fee pengawasan/supervisi adalah sebesar +/- 2,5% dari Biaya Produksi Bangunan, atau bisa juga ditentukan sejumlah harga tertentu, misalnya: IDR 500.000 setiap kali kunjungan ke lokasi proyek.
Biaya Produksi Bangunan
Biaya produksi bangunan adalah sejumlah dana yang dikeluarkan oleh konsumen untuk membeli dan membayar upah atas pekerja, pemborong/kontraktor, material, pajak (ppn) dan biaya-biaya lainnya.
Biaya produksi bangunan ini jika ditaksir besarnya berkisar antara : 3.000.000 sampai dengan 5.000.000 per meter persegi luas bangunan yang akan dibuat, tergantung dari jenis, detail, dan tingkat kerumitan bangunan yang akan dibuat (sederhana, sedang, dan mewah).
Contoh : Anda akan membangun rumah seluas 120 m2 , maka besarnya biaya yang harus anda keluarkan untuk merealisasikan bangunan tersebut (membayar upah kerja, material, dsb) adalah sebesar : 120 m2 x 3.000.000 = 360.000.000. Harga tersebut belum termasuk fee kontraktor/pemborong (sebesar 10% dari Biaya produksi) , dan pajak (ppn) sebesar 5%.
Untuk mereduksi besarnya biaya yang harus anda keluarkan, anda bisa saja mengeliminasi fee kontraktor dengan cara melaksanakan sendiri rancangan bangunan yang telah didesain.
Contoh perhitungan ini dibuat berdasarkan asumsi bahwa anda telah memiliki lahan/tanah yang siap untuk digunakan, dan jenis/detail bangunan kategori middle end .
Mungkin beberapa dari anda bertanya, bagaimana detail perhitungan atau estimasi dari biaya produksi bangunan itu?
Detail estimasi dari biaya produksi itu nantinya akan dijabarkan lebih lanjut dalam perhitungan Analisa Harga Satuan (upah pekerja, material, alat, kontraktor/pemborong, dsb).
Hasil dari perhitungan Analisa Harga Satuan tersebut nantinya merupakan komponen-komponen biaya yang direkap/dijumlahkan dalam Rencana Anggaran dan Biaya.
Sebelum anda memutuskan untuk membangun rumah impain anda, saya sarankan anda berkonsultasi dahulu kepada arsitek yang anda percaya, anda tidak perlu khawatir akan dikenakan biaya, karena dalam hal konsultasi biasanya tidak dikenakan biaya apapaun.
Dari tulisan diatas bisa disimpulkan, ternyata biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar jasa arsitek sebenarnya tidak terlalu besar dibandingkan manfaat yang akan didapatkan, sehingga anda sebagai calon konsumen tidak perlu takut untuk berhubungan dengan para professional yang berkompeten untuk mendesain rumah impian anda.
Penjelasan/perencanaan secara lengkap tentang biaya desain arsitektur, contoh desain, denah/layout dan tampak bangunan, biaya produksi, analisa harga satuan, dan RAB (Rencana Anggaran dan Biaya) dapat anda lihat pada artikel yang akan saya posting berikutnya.
So, keep your interest with this site..
Read More >>

Beberapa Langkah Dalam Membangun Rumah Impian Anda – #2. Menghitung Analisa Harga Satuan


Pada artikel kali ini, kita memasuki bagian ke-2 dari 3 tahap perencanaan pembangunan rumah tinggal anda. Sebenarnya ada 4 tahapan dalam perencanaan pembangunan, yaitu: desain arsitektur bangunan, perhitungan volume pekerjaan, perhitungan Analisa Harga Satuan, perhitungan RAB. Itupun masih dalam frame konvensional, karena dalam frame advanced, keempat tahapan yg sudah saya sebutkan tadi masih dapat dikombinasikan dengan tahapan-tahapan yang lain seperti pembuatan bar chart/s-curve, penjadwalan dan pengendalian material dengan metode MRP, EOQ, POQ, LFL, dll. Tetapi biasanya advanced planning ini hanya diberlakukan pada proyek-proyek konstruksi dengan jangka waktu yang lama, dengan pemakaian pekerja, material, dan cost of production yang besar. Tahapan advanced ini dimaksudkan untuk menjamin tiga tujuan utama dalam proyek konstruksi yaitu : biaya, mutu dan waktu dapat berjalan selaras, sehingga tujuan akhir dari proyek konstruksi tersebut dapat tercapai.

Pada artikel sebelumnya, saya telah menunjukkan bagaimana menghitung volume pekerjaan. Perhitungan volume pekerjaan adalah bagian paling esensial dalam tahap perencanaan proyek konstruksi (rumah tinggal, gedung, jalanan, jembatan, bendungan, pelabuhan, irigasi, dsb). Kenapa saya katakan esensial? karena pada bagian itulah ditentukan kelanjutan dari proses perencanaan tersebut. Ketika seorang insinyur atau lebih tepatnya project planner (saya tidak menyebut arsitek, karena arsitek biasanya hanya dominan pada tahap desain arsitektur) salah dalam melakukan perhitungan volume pada item-item pekerjaan, bisa dipastikan kelanjutan dari sebuah proyek menjadi SURAM.
Kenapa suram? karena hasil perhitungan volume pekerjaan bersama dengan analisa harga satuan yang akan dijadikan variabel dalam perhitngan RAB dan pembuatan bar chart atau s-curve. Disinilah letak pentingnya perhitungan volume pekerjaan, untuk menghitung analisa harga satuan, tingkat kerumitannya tidak terlalu besar.. dan sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja, asalkan memiliki kemampuan matematika dasar yang baik. Tetapi untuk menghitung volume pekerjaan, tidak semua orang bisa melakukannya. Dibutuhkan analisa yang cermat dan tingkat ketelitian yang tinggi agar hasil perhitungan volume pekerjaan tersebut menghasilkan output yang valid.
So, jika output dari volume pekerjaan tersebut benar maka show will go on, and lets hope the project get nice and profit ending. Tapi kalau salah? maka perhitungan volume tersebut harus diulang sampai benar. Ok, saya pikir pada artikel ini kita tidak perlu lagi berlama-lama membahas soal volume pekerjaan. Anggap saja anda telah menegerti bagaimana menghitungnya. Pada gambar dibawah adalah sebuah gambar desain (tampak depan dan denah) sebuah rumah yang (anggap saja) telah kita ketahui volume item-item pekerjaan nya. Perencanaan kita lanjutkan pada proses perhitungan analisa harga satuan.
Gambar-2 : Desain Rumah (Denah/Layout)
Proses perhitungan Analisa Harga Satuan dimulai dengan memasukkan item-item pekerjaan yang akan dikerjakan. Rekap dan urutkan item-item pekerjaan tersebut mulai dari pekerjaan paling awal (pembersihan lahan, galian, timbunan, dll) sampai dengan pekerjaan paling akhir (ex: pengecatan, finishing, dsb). Satu hal yang harus saya ingatkan, ketika akan menghitung ‘Analisa Harga Satuan’ anda terlebih dahulu harus memiliki daftar harga satuan upah pekerja, daftar harga bahan/material, dan daftar analisa/index BOW. Untuk daftar analisa dan index BOW anda bisa mencarinya ditoko buku terdekat, di penjual buku-buku bekas. Saya do’akan, semoga anda beruntung dan mendapatkannya.. Jika anda telah mendapatkannya, maka proses perhitungannya relatif mudah. Paling tidak, tingkat kesulitannya tidak serumit ketika anda menghitung volume pekerjaan. Contoh perhitungan analisa harga satuan untuk rumah minimalis modern type-90 adalah seperti yang anda lihat dibawah ini :
Sebenarnya sheet excel diatas adalah satu kesatuan. Hanya saja, tidak mungkin saya tampilkan dalam format tulisan, pilihan bijaknya adalah dengan : page preview+PrtScr+Paste di paint brush+Save as Jpeg, and then Posting :)
Buat anda yang sudah familiar dengan matematika sederhana dan memiliki kemampuan dalam menjalankan microsoft office excel, saya pikir anda sudah bisa menebak angka-angka dalam tabel-tabel diatas. See.. That’s so simple! Dan itulah Analisa Harga Satuan. Sangat mudah dihitung dan sangat sederhana.
Bagi anda yang masih bingung juga, saya akan berikan formula sederhana dalam menghitung analisa harga satuan tersebut.
AHS = Index BOW x Harg Satuan*
*) harga satuan pekerja berdasarkan UMR
*) harga satuan material berdasarkan ketetapan pemerintah daerah setempat
Hasil dari perhitungan Analisa Harga Satuan, selanjutnya dikalkulasikan dengan Volume Pekerjaan sehingga akan didapatkan RAB (Rencana Anggaran dan Biaya). Seharusnya anda sudah dapat membayangkan seperti apa bentuk dari Rencana Anggaran dan Biaya tersebut. Tapi saya yakin anda akan tetap antusias mengikuti artikel saya selanjutnya yang akan membahas tentang Rencana Anggaran dan Biaya.
Demikian artikel saya kali ini, semoga ilmu yang sedikit ini dapat menambah pemahaman anda tentang perencanaan bangunan. Keep your interest with this site n have a nice day..

Sumber bacaan:  http://architectaria.com/beberapa-langkah-dalam-membangun-rumah-impian-anda-2-menghitung-analisa-harga-satuan.html
Tags:Analisa Harga Satuan, Analisa Harga Satuan Pekerjaan, Menghitung Analisa Harga Satuan Pekerjaan, Menghitung Analisa Harga Satuan Pekerjaan Dari Sebuah Proyek Konstruksi, Menghitung Analisa Harga Satuan Dengan Index BOWArchitectaria – Arsitek dan Perencana

Read More >>

Minggu, 08 Januari 2012

Menghitung Biaya Pasangan Dinding Bata atau Bata Merah

1 M2 PASANGAN BATA 1:3 (1 PASIR : 3 SEMEN)
Gambar 44.1 Tabel analisa harga satuan pekerjaan pasangan dinding bata campuran 1:3


1 M2  PASANGAN BATA 1:5 (1 PASIR : 5 SEMEN)

Gambar 44.2 Tabel analisa harga satuan pekerjaan pasangan dinding bata campuran 1:5


Pembaca sekalian, setelah mengetahui cara memilih bata dan metode pelaksanaanya maka tiba saatnya kita mengetahui berapa uang yang harus dikeluarkan untuk membikin pasangan dinding bata atau pasangan dinding bata merah. Nah langkah pertamanya adalah anda lihat table di atas (Gambar 44.1 dan Gambar 44.2)
Keterangan gambar :
Sak : satuan kemasan semen setara 50kg semen (ada juga yang 40kg lho)
M3: Meter kubik merupakan satuan volume didapatkan dari volume panjang 1meter, lebar 1meter dan tingggi 1 meter.
OH:Kependekan dari “orang hari”dimana merupakan satuan lamanya seorang bekerjaa dalam 1 hari.
Asumsi bahwa seorang bekerjaa efektif dalam 1 hari adalah 6 jam
Harga satuan : merupakan harga tiap satuan bahan (misalnya harga satuan semen berari harga satuan tiap zak semen). Dalam table tersebut hanya informasi dapat berbeda-beda sesuai dengan waktu dan tempat.
Pasangan bata 1:5 : artinya bahwa pekerjaan pemasangan dinding bata yang dilekatkan dengan mortar, spesi atau bisa juga disebut adukan dengan perbandingan campuran 1 bagian semen dicampur dengan3 bagian pasir.
Sekarang tiba saatnya mengetahui maksud table tersebut dan informasi yang ada dalam table tersebut :
Semen, dalam membuat 1 meter persegi dinding bata maka diperlukan semen sebanyak 0.286 zak (0.286 x 50=14.3 kg semen) jika perbandingan campuran yang anda kehendaki adalah 1:3, akan tetapi jika anda akan membuat dengan perbandingan campuran 1:5 maka banyaknya semen adalah 0.23 zak semen (0.23 x 50 =11.5 kg semen).
Bata merah : biasa juga disebut batu bata, dalam membuat 1 meter persegi pasangan dinding bata maka diperlukan bata sebanyak 66 buah. (yang ini mudah kan)
Pasir pasang: dalam membuat pasangan dinding bata tiap 1 meter persegi pasangan bata diperlukan pasir sejumlah 0.0344 meter kubik jika campuran yang dikehendaki adalah 1:3, akan tetapi jika campuran yang dikehendaki adalah 1:54 maka diperlukan pasir sejumlah0.0369 meter kubik
Pekerja : yang dimaksud adalah tenaga pembantu tukang biasa disebut kuli, bukan tukang lho soalnya memang tidak bisa pasang bata pekerjaanya adalah mengangkut bata, membuat mortar atau spesi dll. Campuran 1:3, artinya bahwa dalam membuat 1 meter persegi bata diperlukan 0.6818 pekerja atau dengan bahasa yang mudah dalam membuatnya diperlukan pekerja atau kuli yang bekerja selama 0.6818x6 jam=0.409 jam. Kalau untuk spesi yang 1:5 maka diperlukan Tenaga sejumlah 0.409 OH atau selama 0.409x6 jam=2.454 jam
Tukang batu : saya yakin tanpa dijelaskan semunya sudah faham.  Untuk membuat 1 meter persegi diperlukan tukang 0.2272 OH atau sejumlah 0.2272 x 6 = 1.363 jam untuk campuran 1:3. Nah untuk campuran 1:5 coba dihitung sendiri ya.
Kepala tukang dan mandor : untuk keduanya sama seperti pekerja dan tukang batu, hanya saja ibarat  kepala tukang merupakan ketua kelas sedangkan mandor ibarat ketua OSIS nya.

Kesimpulan dari analisa harga satuan :
1. Produktifitas pekerja dalam 1 hari kerja
PASANGAN BATA 1:3 (1 PASIR : 3 SEMEN)
Uraian
Produktifitas dalam 1 hari kerja
Pekerja
1,4667
m2
Tukang bata
4,4014
m2
Dalam 1 hari kerja seorang pekerja dapat membantu pekerjaan sejumlah 1.4667 m2 (didapat dari 1:0.6818) dan tukang dapat menghasilkan 4.4014 m2 (didapat dari 1:0.2272) pasangan bata.

2.Jumlah perbandigan ideal antara pekerja dan tukang adalah 1.4667 :4.4014 atau dibulatkan menjadi 3:1. Artinya dalam pekerjaan pasangan batu bata diperlukan 1 tukang batu dengan pembantu (kuli, pekerja) sejumlah 3 orang. Ya hal ini secara mudah dipahami karena ketika tukang batu bekerja pengambilan bata, pembuatan adukan mortar dan materialnya dilakukan oleh pembantu sedangkan tukang hanya memasang saja.

3. Produktifitas pekerja dalam 1 hari kerja
PASANGAN BATA 1:5 (1 PASIR : 5 SEMEN)
Uraian
Produktifitas dalam 1 hari kerja
Pekerja
2,4450
m2
Tukang bata
7,3335
m2
Dalam 1 hari bekerja (asumsi 6 jam efektif bekerja) seorang tukang batu dapat menghasilkan 7.335 m2 pasangan bata dan seorang pekerja mampu menghasilkan 2.445 m2 pasangan bata.
4. Sama dengan poin no2, dimana perbandingan pekerja dan tukang batu adalah 2.445:7.3335 atau juga bisa dibulatkan menjadi 1 tukang batu disbanding dengan 3 pekerja.

Catatan :
Di dalam gambar 44.1 dan 44.2, harga material dan upah pekerja harus diganti dengan harga didaerah tempat anda akan membikin rumah. Bisa saja harga material berbeda dan juga bisa saja harga pembayaran pekerja juga bebeda pula.



Read More >>

Sabtu, 07 Januari 2012

Cara Pasang Rangka Baja Ringan

Selain itu, dari segi pemasangan atap baja sangat efisien. "sehari bisa memasang 25 m2. Jika mencapai 100 m2 bisa sampai empat hari. Hari kelima sudah bisa pasang genteng. Sementara jika memakai kayu bisa dua kali dari itu. Apalagi baja konvensional tiga kalinya." bahkan saat pemasangan, tempatnya relatif bersih, tak banyak sisa-sisa potongan.Kenyamanan memakai baja ringan diakui pemilik rumah ir. Donnie di daerah cipete. Sang aristek memilih rangka atap dengan memakai baja ringan, bukan kayu. "memang, sih, untuk harga dibanding dengan kayu jenis tertentu jadi terasa sedikit agak lebih mahal. Tapi kalau dibandingkan dengan kayu kamper atau jati tentu jadi lebih murah. Bayangkan, sudah mahal tapi dimakan rayap pula, jadi jatuhnya tambah mahal, bukan?" papar ir. Nehemia, konsultan rumah tersebut.Selain dari harga, atap baja ringan segi pengerjaan pun lebih mudah dan cepat. "karena kita tinggal merancang modelnya seperti apa, bagian pabrik yang membuat rangka. Setelah itu, kita tinggal menyambung dengan menggunakan baut. Memasangnya pun tak lama hanya 3-4 hari saja. Sementara kayu, selain lebih berat, tenaga yang dipakai pun lebih banyak meski bahannya lebih murah."Menurut nehemia, kekuatan kayu pun diprediksi berusia 10-20 tahun saja. "sementara kalau memakai baja ringan bisa mencapai 50-100 tahun." kelebihan lain, baja anti rayap dan ringan. Jadi, jangan bayangkan baja-baja yang berat, karena baja yang dipakai untuk kuda-kuda rumah berbeda jenisnya. "ringannya seperti seng, kalau dibentangkan dan ditekuk-tekuk gampang sekali. Kena angin pun lebih fleksibel menahan beban."Tren memakai rangka baja ringan ini, lanjut nehemia, diramalkan akan bertahan lama. "bayangkan jika orang masih memakai kayu, berapa banyak lagi pohon yang ditebang. Apalagi dengan kemajuan zaman, teknologi tinggi, orang maunya serba cepat dan praktis."Sayangnya, berbeda dengan kayu, kuda-kuda dari atap ringan dari baja ringan kurang bagus dari segi estetika. Itu sebabnya harus ditutup dengan eternit. Tetapi jangan khawatir, karena perawatan atap ringan lebih gampang karena tak perlu dipoles dengan anti rayap. Bahkan di saat gempa atau angin besar baja akan tetap bertahan
Read More >>